Kalo dihitung-hitung, kehamilanku sekarang masuk 28-29
minggu. Ato 6 bln lebih dikit.
Pas periksa 2 minggu yang lalu, kata bidan posisinya udah
bener (kepala bayi di bawah).
Tapi ada kemungkinan si bayi muter lagi, karena ruang dalam rahim masih memungkinkan hal tersebut.
Tapi ada kemungkinan si bayi muter lagi, karena ruang dalam rahim masih memungkinkan hal tersebut.
Bener aja, pas kemaren periksa lagi, sekarang posisi kepala
bayi ada di sebelah kanan. Dan aku disaranin sama bidannya untuk sering-sering
posisi sujud (nungging). Apa hubungannya yaa?
Karena penasaran, akhirnya aku browsing deh.
"Sebetulnya sampai bayi berusia 34 minggu, letak bayi
masih bebas. Artinya, letak kepala bisa di atas atau di bawah," ujar
dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Ini terjadi karena pada permulaan kehamilan, berat janin
relatif lebih rendah dibandingkan dengan rahim. Akibatnya, janin masih bebas
bergerak. Nah, menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin
membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin
sudah menetap pada satu posisi.
"Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang," terang
Karno.
Letak yang salah itulah yang dapat menimbulkan masalah saat
ibu harus menjalani persalinan. Dan berbeda dengan persalinan normal, pada
persalinan sungsang dibatasi waktu. Begitu badan bayi sudah keluar, kepalanya
harus dikeluarkan 4 menit kemudian.
"Ini perlu dan harus dilakukan demi keselamatan bayi. Sebab,
jika terlalu lama, bayi bisa kekurangan oksigen dan dapat menimbulkan
kematian," jelas Karno.
Tapi mengapa bisa sungsang? Menurut Karno, penyebabnya ada
dua, yaitu faktor janin dan ibu sendiri. Dari segi janin, mungkin karena
ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan ruangan rahim ibu. Akibatnya, janin
bebas berputar, baik ke atas maupun ke bawah. Di Indonesia, bila berat bayi di
bawah 3 kg dan ibunya telah beberapa kali melahirkan, ada kemungkinan akan
menjadi sungsang. Sebaliknya, bila si bayi terlalu besar dan posisi kepala
masih di atas. Pada saat kepala akan melewati panggul menuju posisi normal,
akhirnya terpental kembali karena ruangan panggul ibu terlalu sempit sehingga
kepala bayi sulit berputar ke arah bawah.
Pada kasus bayi kembar, kemungkinan sungsang menjadi lebih
besar sebab janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat
rongga panggul ibu susah dilalui janin kembarannya. Maka, pada bayi kembar,
posisi salah satu janinnya sungsang. Sedangkan faktor ibu, antara lain karena
bentuk rahim yang tidak normal, air ketuban yang terlalu banyak, adanya tumor,
plasenta di bawah, dan lainnya.
Diusia kehamilan di bawah 7 bulan masih tergolong wajar dan
masih bisa berubah. Kecuali kalau calon baby sudah lebih dari 7 bulan, rahim semakin
sempit, jadi posisi baby-nya sulit untuk memutar ke bawah.
Dari sumber lain yang aku baca, obat posisi sungsang biar
normal adalah:
- Banyak nungging dan banyak berdoa.
- Jangan terlalu sering jongkok dan jalan kalo posisi baby belum normal, karena bayi bisa lebih cepat masuk panggul dalam keadaan tersebut.Bisa-bisa gak bisa diputer lagi.
Nah kalo posisi baby dah normal dianjurkan:
- Banyak jalan dan jongkok biar cepet turun posisi bayinya.
- Jangan kebanyakan bobo' atau males-malesan.. Ntar dedenya juga males keluarnya (kecuali untuk yang dianjurkan dokter banyak istirahat).
- Selain itu, harus banyak jalan-jalan (terutama jalan pagi!) dan juga banyak mengepel lantai secara manual alias nungging.
Yang diatas itu to-do-list baru buat bumil.
Semangat ya bumil! ^_^
No comments:
Post a Comment